PUBLIC NATIONS 2026: IKN SEBAGAI TONGGAK PEMERATAAN EKONOMI NASIONAL

HIMANISLIK FISIP UNMUL Gelar Seminar Nasional PUBLIC NATIONS 2026, Bahas Keberlanjutan dan Dampak Pembangunan IKN


Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMANISLIK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman menyelenggarakan Seminar Nasional PUBLIC NATIONS 2026 bertajuk “IKN Sebagai Tonggak Pemerataan Ekonomi Nasional” pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Gedung Bundar Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Samarinda. Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian program PUBLIC NATIONS 2026 ini berlangsung selama tiga jam dan menjadi wadah diskusi akademik bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Seminar Nasional ini menghadirkan Bapak Troy Harrold Yohanes Pantouw, S.Psi., M.A., FPR. selaku Juru Bicara Otorita IKN sekaligus Staf Khusus Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Bidang Komunikasi Publik, serta Bapak Wendy Waldianto, S.IP., M.AP., dosen Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman. Kedua narasumber membahas berbagai aspek pembangunan IKN, mulai dari pemerataan ekonomi, pembangunan berkelanjutan, hingga tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan kota masa depan Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri oleh 47 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Timur, di antaranya Universitas Mulawarman, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI), Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Samarinda, dan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes). Selain mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan juga turut hadir untuk meramaikan diskusi serta memberikan perspektif terhadap isu pembangunan IKN.

Muhammad Idris (UINSI), Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Samarinda, dan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes). Selain mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan juga turut hadir untuk meramaikan diskusi serta memberikan perspektif terhadap isu pembangunan IKN.

Ketua Panitia PUBLIC NATIONS 2026, Rifqi Almuqsith, menyampaikan bahwa seminar ini diselenggarakan untuk memperluas ruang dialog kritis dan konstruktif mengenai pembangunan IKN. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi penonton pembangunan IKN, tetapi juga menjadi kelompok yang aktif mengawal, mengkritisi, dan memberikan masukan agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Bapak Troy Harrold Yohanes Pantouw, S.Psi., M.A., FPR. menjelaskan bahwa pembangunan IKN merupakan strategi jangka panjang yang tidak hanya berfokus pada pemindahan pusat pemerintahan, tetapi juga mendorong pemerataan pembangunan nasional. Menurut beliau, pembangunan IKN harus dilihat sebagai upaya menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu memberikan dampak positif bagi berbagai daerah di Indonesia.

“Pembangunan IKN harus dipahami sebagai investasi masa depan bangsa yang tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” tegas Bapak Troy Harrold Yohanes Pantouw, S.Psi., M.A., FPR.

 


Sementara itu, Bapak Wendy Waldianto, S.IP., M.AP. menyoroti pentingnya prinsip pembangunan berkelanjutan dalam setiap proses pembangunan nasional. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Pembangunan berkelanjutan mengintegrasikan pembangunan ekonomi, pembangunan sosial, dan pelestarian lingkungan. Karena itu, keberhasilan IKN tidak hanya diukur dari berdirinya gedung atau infrastruktur, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan,” ungkap Bapak Wendy Waldianto, S.IP., M.AP.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan terkait peluang kerja bagi masyarakat lokal, pemanfaatan energi baru dan terbarukan, pengelolaan lingkungan hidup, serta tantangan pembangunan IKN di masa mendatang. Salah seorang peserta seminar menyampaikan bahwa pembangunan IKN membuka peluang baru bagi generasi muda Kalimantan, namun pemerintah perlu memastikan masyarakat lokal memperoleh akses yang lebih besar terhadap pendidikan, pelatihan kerja, dan peluang ekonomi yang tercipta.

Berdasarkan diskusi yang berkembang selama seminar, pembangunan IKN dinilai telah memberikan sejumlah manfaat, seperti meningkatnya investasi, percepatan pembangunan infrastruktur, serta bertambahnya perhatian nasional terhadap kawasan Kalimantan. Meski demikian, peserta juga menilai bahwa manfaat tersebut perlu disertai kebijakan yang mampu memastikan dampaknya dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat lokal.

Beberapa catatan yang muncul dalam forum antara lain pentingnya peningkatan pelatihan vokasi bagi tenaga kerja lokal, perluasan keterlibatan UMKM dalam rantai ekonomi pembangunan, serta penguatan kebijakan afirmatif yang memberikan kesempatan lebih besar bagi masyarakat Kalimantan untuk terlibat dalam pembangunan dan pengelolaan kawasan IKN.

Melalui Seminar Nasional PUBLIC NATIONS 2026, HIMANISLIK FISIP Universitas Mulawarman menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang diskusi akademik yang relevan dengan isu-isu strategis nasional. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi mengenai perkembangan pembangunan IKN, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik, gagasan, dan rekomendasi demi mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.

Dok. Humas Otorita IKN 2026

 


Komentar